surabaya carnival night market

surabaya carnival night market

Posted in Warta Kota Surabaya | Tagged | Leave a comment

surabaya baju anak profesi jual

surabaya born sanai matthias 1940
surabaya baju anak profesi jual
surabaya bromo ijen tour
surabaya city
surabaya consulate

Posted in Warta Kota Surabaya | Leave a comment

surabaya baju anak profesi

surabaya battle
surabaya barat
surabaya bandung
surabaya bromo
surabaya bali
surabaya book fair
surabaya banyuwangi
surabaya bandung flight
surabaya brotherhood
surabaya berontak
surabaya baju anak profesi

Posted in Warta Kota Surabaya | Leave a comment

surabaya attractions and sightseeing

surabaya all star
surabaya animasi
surabaya attractions and sightseeing
surabaya all in one
surabaya apartment
surabaya airport code
surabaya attraction
surabaya airport closure oct 2014

Posted in Warta Kota Surabaya | Leave a comment

surabaya attractions

surabaya autocomp indonesia pt
surabaya attractions
surabaya airport tax
surabaya animal care
surabaya adalah
surabaya airport hotel
surabaya agoda

Posted in Warta Kota Surabaya | Leave a comment

surabaya tempo doeloe

surabaya tempo doeloe
surabaya carnival
surabaya night cruise
surabaya map
surabaya indonesia map
surabaya pagi
surabaya airport closure
surabaya airport wiki

Posted in Warta Kota Surabaya | Leave a comment

surabaya international school

surabaya international school
surabaya zoo indonesia
surabaya airport
surabaya post
surabaya zoo petition
surabaya 45
surabaya oh surabaya

Posted in Warta Kota Surabaya | Leave a comment

surabaya zoo indonesia

surabaya
surabaya zoo
surabaya indonesia
surabaya johnny

Posted in Warta Kota Surabaya | Leave a comment

Surabayaku Yang Ramah dan Asri

Kerja Bakti Jumat Bersih
Pembagian lokasi dan personil Kerja Bakti Jum\’at Bersih dan Prokasi HUT Brigade TNI AL bersama Pemerintah Kota Surabaya tanggal 19 Desember 2014 pukul 06.00 s/d selesai
keterangan :
1. Khusus Personil kerja bakti WAJIB membawa peralatan kerja bakti sapu, sabit, garu dan lain-lain sesuai kebutuhan lokasi masing-masing.
2. Personil tepat datang pukul 06.00 wib dimasing-masing lokasi
3. SKPD diharapkan seluruhnya mengerahkan SEMUA PERSONIL
4. Dinas perhubungan menyiapkan personil pengatur lalu lintas
5. Dinas Kebersihan dan Pertamanan Serta Dinas PU Bina Marga dan Pematusan membantu pelaksanaan kerja bakti dimasing-masing lokasi serta menyiapkan truck pengangkut hasil kerja bakti
6. Semua SKPD mengirimkan daftar hadir personil kerja bakti ke BKD
7. Mengupload dokumentasi ke satgas kerja bakti surabaya melalui FB
terima kasih.

Sejarah
Sebelum kedatangan Belanda

Lambang kota Surabaya pada masa Hindia Belanda (1934).
Surabaya dulunya merupakan gerbang Kerajaan Majapahit, yakni di muara Kali Mas. Bahkan hari jadi Kota Surabaya ditetapkan sebagai tanggal 31 Mei 1293. Hari itu sebenarnya merupakan hari kemenangan pasukan Majapahit yang dipimpin Raden Wijaya terhadap pasukan kerajaan Mongol utusan Kubilai Khan. Pasukan Mongol yang datang dari laut digambarkan sebagai ikan SURO (ikan hiu/berani) dan pasukan Raden Wijaya yang datang dari darat digambarkan sebagai BOYO (buaya/bahaya), jadi secara harfiah diartikan berani menghadapi bahaya yang datang mengancam. Maka hari kemenangan itu diperingati sebagai hari jadi Surabaya.

Pada abad ke-15, Islam mulai menyebar dengan pesat di daerah Surabaya. Salah satu anggota Wali Songo, Sunan Ampel, mendirikan masjid dan pesantren di daerah Ampel. Tahun 1530, Surabaya menjadi bagian dari Kerajaan Demak.

Menyusul runtuhnya Demak, Surabaya menjadi sasaran penaklukan Kesultanan Mataram, diserbu Panembahan Senopati tahun 1598, diserang besar-besaran oleh Panembahan Seda ing Krapyak tahun 1610, diserang Sultan Agung tahun 1614. Pemblokan aliran sungai Brantas oleh Sultan Agung akhirnya memaksa Surabaya menyerah. Suatu tulisan VOC tahun 1620 menggambarkan Surabaya sebagai negara yang kaya dan berkuasa. Panjang lingkarannya sekitar 5 mijlen Belanda (sekitar 37 km), dikelilingi kanal dan diperkuat meriam. Tahun tersebut, untuk melawan Mataram, tentaranya sebesar 30 000 prajurit[1].

Tahun 1675, Trunojoyo dari Madura merebut Surabaya, namun akhirnya didepak VOC pada tahun 1677.

Dalam perjanjian antara Paku Buwono II dan VOC pada tanggal 11 November 1743, Surabaya diserahkan penguasaannya kepada VOC.

Posted in Warta Kota Surabaya | Leave a comment

Surabaya Ibukota Propinsi Jawa Timur

Kota Surabaya adalah ibu kota Provinsi Jawa Timur, Indonesia sekaligus menjadi kota metropolitan terbesar di provinsi tersebut. Surabaya merupakan kota terbesar kedua di Indonesia setelah Jakarta. Kota Surabaya juga merupakan pusat bisnis, perdagangan, industri, dan pendidikan di kawasan Indonesia bagian timur. Kota ini terletak 789 km sebelah timur Jakarta, atau 426 km sebelah barat laut Denpasar, Bali. Surabaya terletak di tepi pantai utara pulau Jawa dan berhadapan dengan Selat Madura serta Laut Jawa.

Surabaya memiliki luas sekitar 333,063 kmĀ² dengan penduduknya berjumlah 2.813.847 jiwa (2014). Daerah metropolitan Surabaya yaitu Gerbangkertosusila yang berpenduduk sekitar 10 juta jiwa, adalah metropolitan terbesar kedua di Indonesia setelah Jabodetabek. Surabaya dilayani oleh Bandar Udara Internasional Juanda, Pelabuhan Tanjung Perak, dan Pelabuhan Ujung.

Surabaya terkenal dengan sebutan Kota Pahlawan karena sejarahnya yang sangat diperhitungkan dalam perjuangan merebut kemerdekaan bangsa Indonesia dari penjajah. Kata Surabaya konon berasal dari cerita mitos pertempuran antara sura (ikan hiu) dan baya (buaya) dan akhirnya menjadi kota Surabaya.

Sejarah Kota

Surabaya Kota Lama

Cerita Sejarah Kota Surabaya kental dengan nilai kepahlawanan. Sejak awal berdirinya, kota ini memiliki sejarah panjang yang terkait dengan nilai-nilai heroisme. Istilah Surabaya terdiri dari kata sura (berani) dan baya (bahaya), yang kemudian secara harfiah diartikan sebagai berani menghadapi bahaya yang datang. Nilai kepahlawanan tersebut salah satunya mewujud dalam peristiwa pertempuran antara Raden Wijaya dan Pasukan Mongol pimpinan Kubilai Khan di tahun 1293. Begitu bersejarahnya pertempuran tersebut hingga tanggalnya diabadikan menjadi tanggal berdirinya Kota Surabaya hingga saat ini, yaitu 31 Mei.
Jl. Kembang Jepun

Heroisme masyarakat Surabaya paling tergambar dalam pertempuran 10 Nopember 1945. Arek-arek Suroboyo, sebutan untuk orang Surabaya, dengan berbekal bambu runcing berani melawan pasukan sekutu yang memiliki persenjataan canggih. Puluhan ribu warga meninggal membela tanah air. Peristiwa heroik ini kemudian diabadikan sebagai peringatan Hari Pahlawan. Sehingga membuat Surabaya dilabeli sebagai Kota Pahlawan.

Sejarah Surabaya juga berkaitan dengan aktivitas perdagangan. Secara geografis Surabaya memang diciptakan sebagai kota dagang dan pelabuhan. Surabaya merupakan pelabuhan gerbang utama Kerajaan Majapahit. Letaknya yang dipesisir utara Pulau Jawa membuatnya berkembang menjadi sebuah pelabuhan penting di zaman Majapahit pada abad ke – 14.

Berlanjut pada masa kolonial, letak geografisnya yang sangat strategis membuat pemerintah Kolonial Belanda pada abad ke – 19, memposisikannya sebagai pelabuhan utama yang berperan sebagai collecting centers dari rangkaian terakhir kegiatan pengumpulan hasil produksi perkebunan di ujung Timur Pulau Jawa, yang ada di daerah pedalaman untuk diekspor ke Eropa.

Saling Beri Masukan, Tingkatkan Layanan Pendidikan Surabaya
Berbagai program pendidikan yang telah dikembangkan oleh Dinas Pendidikan Kota (Dispendik) Surabaya menarik perhatian banyak pihak untuk lebih dalam mengkaji guna saling member masukan dalam rangka menjdaikan pendidikan Surabaya menjadi lebih baik. Hal, tersebut dibahas melalui forum pemangku kepentingan, kemarin (18/12) di ruang rapat kantor Dispendik Surabaya.

Forum pemangku kepentingan yang difasilitasi Jaringan Advokasi untuk Transparansi (Java Sutra) dihadiri oleh Komisi Pelayanan Publik (KPP) Jatim, Ombudsman Jatim, Dinkes Kota Surabaya, Dispendik, serta koalisi CSO membahas tentang upaya mendorong peningkatan kualitas pelayanan publik yang prima terutama dalam bidang pendidikan dan kesehatan.

Dalam kesempatan ini, Kepala Dispendik Surabaya Dr. Ikhsan, S. Psi, MM menyampaikan sebagai upaya menjidakan Surabaya sebagai barometer pendidikan nasional, ada empat hal utama yang menjadi prioritas pengembangan program Dispendik. Yakni peningkatan kompetensi guru, peningkatan kompetensi siswa, ketersediaan layanan pendidikan yang bermutu dan berkualitas, serta peningkatan kualitas sekolah.

Ikhsan mengatakan, empat hal tersebut, yang selama ini kami kembangkan bersama. Dari keempat hal itulah, lahir berbagai inovasi pengembangan program pendidikan di Surabaya. Program pengembengan yang terwujud melalui sistem online tersebut diantaranya, Sistem Informasi Pengelolaan Keuangan Sekolah (SIPKS), seleksi kepala sekolah, seleksi kepala sekolah, jurnal online, surabaya belajar, multimedia pembelajaran, PPDB online, media centre, dan klinik kurikulum 2013.

Sementara itu, Hardly dari KPP mengutarakan bahwa pengaduan masyarakat, hendaknya ditangani secara profesional dan proposional. Adanya unit khusus yang mewadahi pengaduan masyarakat khususnya dalam hal pelayanan pendidikan.

Menanggapi hal tersebut, Ikhsan menjelaskaan bahwa Dispendik telah berupaya mewadahi pengaduan masyarakat melalui media center dan pelayanan satu atap. Menurutnya, secara teknis kami telah menyiapkannya, tinggal menunggu SOPnya saja.

Hal senada juga disampaikan oleh Hadi dari Ombudsman, menurutnya media center maupun layanan satu atap harus harus memiliki SOP yang dapat segera melayani masyakarat.

Posted in Warta Kota Surabaya | Leave a comment